Di Siduarjo, ayah GOYANG anaknya bisa diancam tindakan kebiri kimia

 Kasus rudapaksa kembali terjadi. Ayah kandung berinisial FD di Sidoarjo, Jawa Timur, tega melakukan pemerkosaan berulang selama bertahun-tahun terhadap anak kandungnya.




Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bereaksi. 

Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nahar dalam keterangannya mengatakan pelaku dapat dikenakam ancaman serius.

Karena pelaku merupakan orangtua anak, sebagaimana dalam Pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

"Pelaku dapat diancam dengan pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku dan pelaku dapat dikenai tindakan berupa kebiri kimia dan pemasangan alat pendeteksi elektronik," ujar Nahar dalam keterangannya Sabtu (5/6/2021).

Nahar berujar perbuatan ini dilakukan pelaku sejak 2017, atau saat anaknya berusia 12 tahun.

Namun, korban baru berani melapor empat tahun kemudian usai bercerita dan mendapatkan dukungan dari teman kerjanya.

Perbuatan ayah tersebut kemudian diperparah dengan ancaman pembunuhan jika anak korban melapor.

Nahar mengatakan orang tua perlu memahami, bahwa setiap tindakan yang dilakukan pada anak, baik ataupun buruk, akan berdampak pada perkembangan fisik dan psikologis anak.

Bahkan negara melalui UUD 1945, secara tegas mengamanatkan tanggung jawab orang tua untuk mengasuh dan memenuhi hak-hak anak serta melindungi anak dari berbagai tindak kekerasan.

“Kejadian ini untuk kesekian kalinya menjadi tamparan bagi kita semua, bahwa kerentanan anak mengalami kekerasan seksual bisa terjadi di mana dan kapan saja, sekalipun di dalam keluarga yang seharusnya mampu menjadi tempat yang aman dan nyaman, yang mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita,” lanjut Nahar

Nahar mengatakan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian juga akan terus dilakukan untuk memastikan penyidikan kasus dilakukan dengan memperhatikan kepentingan terbaik anak.

Kemen PPPA juga mengapresiasi polisi yang telah menangani kasus ini dan berharap pelaku dihukum berat.

“Kemen PPPA mengapresiasi upaya Kepolisian dalam menangani kasus ini dan secara tegas meminta agar pelaku dapat dihukum berat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.


sumber : https://www.tribunnews.com/nasional/2021/06/06/ayah-perkosa-anak-di-sidoarjo-bisa-diancam-tindakan-kebiri-kimia-hingga-pemasangan-alat-deteksi?page=1



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel