Mengaku polisi, Kakek penjual makanan keliling habis dirampok



Seorang pria lansia mengalami peristiwa pilu. Di tengah usianya yang tak lagi belia, ia masih harus berjibaku mencari nafkah dengan berjualan keliling.
Apesnya, pria renta tersebut justru mendapatkan perlakuan tak pantas dari seseorang. Ia dirampok hingga seluruh barang berharganya berhasil dibawa kabur.
Seperti apa cerita selengkapnya? Simak ulasannya berikut ini.

Tukang Jualan Keliling Dirampok
Berbekal perlengkapan berjualan sederhana dan satu buah topi berwarna kuning, seorang pria lansia mantap berjalan menjajakan dagangannya. Dilansir dari akun Instagram @kisahsemangat, pria tersebut berjualan aromanis di seputaran wilayah Taman Kencana Bogor. 

"Bapak ini berjualan sekitar Tamah Kencana, Bogor," ungkap akun @muhammad_febrian27 yang dibagikan kembali oleh akun Twitter @txtdaribogor.
Kala itu, nampaknya bukan hari yang beruntung baginya. Pria tersebut baru saja dirampok pada pukul 07.15 WIB di sekitaran daerahnya mengais rezeki.
"Bapak ini baru dirampok pagi hari sekitar jam 07.15 WIB," sambungnya.

Barang Berharga Diambil Orang Mengaku Polisi
Diungkap, sang pelaku menyebut dirinya merupakan salah satu anggota dari Korps Bhayangkara. Penjual lantas diancam untuk ditembak jika tak menyerahkan berbagai barang berharga.
Alhasil, sejumlah barang berharga miliknya ludes. Ponsel dan sejumlah uang berhasil dibawa kabur pelaku.
"Handphone dan uangnya diambil. Korban diancam ditembak karena pelaku mengaku polisi," imbuhnya.

Pelaku Dicari
Sesaat kemudian, lokasi berjualan dari pria lansia tersebut langsung menjadi pusat perhatian. Ia hanya bisa menunggu bantuan dari pihak kepolisian untuk mencari pelaku dan mengembalikan seluruh barang berharga miliknya.
"Tolong dibantu untuk pihak kepolisian. Untuk yang mencari aromanis, bisa beli ke lapak bapak ini, ya," pungkas sang pemilik akun.

Tuai Kecaman Publik
Perbuatan pelaku yang mengaku sebagai anggota tersebut menuai kekesalan hingga kecaman dari publik. Tak jarang, kondisi penjual yang tua renta dan sederhana menjadikan peristiwa itu terasa kian menyesakkan dada bagi warganet.

"Harusnya dikasihani eh malah dirampok gak punya hati," tulis akun @nuraeni_amara.
"Astaghfirullah," tulis akun @alipkasroh_i.

"Ngga loh, orang-orang yang ngrampok, nyolong, jambret, nodong, hipnotis itu apa ngga mikir siapa yang dirampok sih? Apa ngga mikir kena azab gitu loh. Orang lagi nyari rezeki dengan umur yang sudah ngga muda lagi kok ya masih sering kena sasaran," tulis akun @devitrimun.

"Duuuh, harganya tak seberapa tuh kalo beli. Kalau mau curi nggak usah tanggung-tanggung gitu, rampok rumah pejabat dijamin langsung kaya," tulis akun @theblackant22.








Sumber Artikel:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel